Sejarah

Sejarah

Dari Reteh ke Sungai Batang:

Pemekaran wilayah menjadi Kecamatan Sungai Batang memberikan identitas administratif baru bagi desa-desa seperti Kuala Patah Parang, yang sebelumnya berada di bawah Reteh, mencerminkan pertumbuhan dan perkembangan demografi serta ekonomi daerah.

Kuala Patah Parang:

nama tempat ini berasal dari "Kampung Patah Parang" yang dinamai oleh Sultan Abdurrahman pada zaman dahulu.

Desa Kuala Patah Parang

Desa Kuala Patah Parang adalah desa pesisir di Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, yang dihuni oleh komunitas nelayan tangkap. Asal-usul namanya dikaitkan dengan kisah sejarah Sultan Abdurrahman yang menamai daerah tersebut Kampung Patah Parang, dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan pompong.

Sejarah dan Latar Belakang Desa Kuala Patah Parang:

- Asal nama: Berdasarkan kisah sejarah, nama tempat ini berasal dari "Kampung Patah Parang" yang dinamai oleh Sultan Abdurrahman pada zaman dahulu.
- Wilayah: Desa ini berada di Kecamatan Sungai Batang, sebuah kecamatan yang merupakan hasil pemekaran dari wilayah utara Kecamatan Reteh di Kabupaten Indragiri Hilir.
- Demografi & Mata Pencaharian: Desa ini merupakan desa pesisir yang dihuni oleh 1.712 jiwa (442 KK), di mana sebagian besar warganya berprofesi sebagai nelayan tangkap menggunakan pompong.
- Kekayaan Budaya: Penduduk di desa ini, termasuk suku laut, dikenal masih menjalankan tradisi lokal seperti "Menongkah" (tradisi mencari kerang di lumpur).
- Geografis: Terletak di wilayah perairan yang khas dengan ekosistem laut dan sungai, khas Indragiri Hilir sebagai "Negeri Seribu Parit".

Desa ini berbatasan langsung dengan laut dan terletak di Kecamatan Sungai Batang yang terkenal sebagai wilayah perairan dengan luas 225,89 km².